GLITTER

2018

January 13 2019, 6:49:55 am | Glitter

Highlight in 2018

Hai.

Saya masih ingat pertama kali bikin blog ini tepat awal tahun lalu. Meskipun ada banyak kekurangan dan trouble di sana-sini yang makan waktu pemuihannya gak sebentar.

Mengawali tahun yang baru ini (meskipun tidak merayakan), saya merasa perlu buat nulis hal-hal yang saya alami dan pelajari di tahun 2018. Pelajaran yang saya dapatkan selama 365 hari kemarin dengan harapan suatu saat bisa menjadi pengingat atas apa yang pernah dilalui, pengalaman, dan juga pencapaian.

Self-love

Kalau boleh memilih satu tema, self-love adalah hal banyak yang saya pelajari di tahun ini. Mostly semua yang saya alami, berujung pada pejajaran untuk mencintai diri sendiri. Sepertinya self-love yang bikin saya survive di tahun kemarin.

Saya juga pelajari insight yang lebih luas soal pengaplikasiannya di kehidupan sehari-hari. Magic! Kalimat sesederhana “mencintai diri sendiri” bisa berujung pada aktualisasi diri yang hebat. Intinya, kamu bisa melakukan apapun ketika kamu sudah mencintai dirimu sendiri.

It’s okay to pause

Di tahun ini, ada banyak tekanan di dalam hidup saya. Dan kebanyakan adalah yang saya buat sendiri. Nge-press diri sendiri seolah-olah saya ini manusia super. I want to do this, I want to do that, I want everything in tune to my deadline, my standard, my expectation.

Ada masa ketika saya merasa dikejar-kejar waktu, “ditekan” oleh masa lalu dan masa depan. Sulit rasanya menemukan waktu berkualitas to be present. Until I know that it’s okay to pause and enjoy your time. Termasuk pause menulis di blog.

Not overthink

Saya tidak tahu pasti apa yang membuat-dan kapan ini dimulai. Tapi, saya jadi paham, salah satu hal yang bikin manusia gak happy adalah karena terlalu banyak memikirkan hal yang tidak perlu. Awalnya saya juga denial terhadap statement ini, but the fact is I used to overthink about anything. Kalau urusan pekerjaan, masa depan, diri sendiri, itu semua wajar. Tapi, saya juga menyelipkan pemikiran soal apa yang orang pikirkan, masalah orang lain, my boring routine, my self-made thick deadline, dll. Semuanya jadi masalah ketika sampai ke otak saya. What’s wrong with me?

Beruntung sejak menerapkan self-love, lama-kelamaan saya jadi lebih fokus sama diri sendiri dan hampir tidak pernah overthink. Selalu mikir apapun buat kebahagiaan diri sendiri, berdamai dengan diri sendiri, cukup pikirkan hal-hal yang penting. Jadi, begitu saya merasa saya sedang overthink, langsung saya alihkan dengan fokus ke satu kegiatan atau pekerjaan. Suggest myself to focus on it and no need to think about any other thing.

Mindful

Ketiga hal di atas membuat saya lebih “mindful” alias sadar dalam melakukan sesuatu. Walaupun belum sempurna, tapi setidaknya saya sadar kalau mindful adlh hal yang sangat berguna untuk orang-orang di era modern ini.

Kerja cepat instead of kerja keras & kerja cerdas

Salah satu obsesi terbesar di tahun kemarin adalah bekerja, berkarya dan mengumpulkan pundi-pundi. Sehingga saya merasa harus memaksimalkan waktu yang ada. Kerja keras dan kerja cerdas seolah tidak relevan lagi dengan apa yang ingin saya capai, melainkan kerja cepat. Don’t get me wrong, kerja cepat di sini maksudnya saya gak mau memikirkan hal-hal yang mengurangi produktivitas dengan cara meminimalisir masalah dan distraksi, membuat prosedur kerja menjadi lebih sederhana, serta menguasai beberapa teknik yang dapat mendukung pekerjaan. Selain itu juga saya menerapkan mindset “kalau tidak bisa menambahi, maka sampai di situ saja, atau dikurangi”. Jadi gak perlu nunggu sempurna dulu baru bisa bilang “done!”

Other things in 2018

Pencapaian

Tahun ini, saya mendapatkan beberapa pencapaian dalam hidup. Selain beberapa kali menang lomba menulis, saya juga merasa sudah naik anak tangga. Naik level. Terutama dalam diri saya sendiri. Saya membangun inner peace, loving myself to the fullest, menerima pesan-pesan baik dari pembaca tulisan saya soal minimalist lifestyle, saya jadi senang berbagi banyak hal berfaedah melalui social media, dan punya purpose dalam setiap hal yang saya pikirkan dan lakukan. Plus saya bisa tahan dan kalem di rumah dalam waktu lebih dari 2 bulan. Hebat!

Ini juga tahun pertama saya bekerja di perusahaan dan dengan orang luar negeri. Belajar lagi. Sungguh menyenangkan mempelajari cara kerja mereka compares to our work culture.

Di tahun ini saya merasa memasuki babak baru dalam hidup. Ada banyak pelajaran yang saya dapatkan sehingga membawa saya menjadi pribadi yang makin dewasa. Well. It’s self-claim.

Pergantian 2018 ke 2019 bukan hal yang spesial buat saya. Karena sebenarnya setiap hari memang harus berubah ke arah yang lebih baik, berkembang, dan yang jelas gak mengulang kesalahan seperti yang dilakukan di hari kemarin. Tapi setdaknya ini bisa menjadi patokan untuk mengukur sejauh mana perjalanan saya sepanjang 2018. Semoga tahun depan masih bertemu lagi.

Salam.

Berbagi Yuk!